SELAMAT DATANG DI KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN SEMARANG.....

KOLEKSI BUKU BARU

Sales Sukses : Menjual apa saja, Kapan saja, Dimana Saja
Aris Marwanto
Mistik Kejawen
Suwardi Endraswara
21 Cara Membaca Kepribadian Orang Lain : Cara Cepat Mengetahui Kepribadian Orang Lain
Mulianti Widanarti
Easy Weight Loss : Cara Mudah Turunkan Berat Badan
Rifki Fauziah
693 Km Jejak Gerilya Sudirman
Ayi Jufridar
Sung Kyun Kwan : Karena Cinta Tidak Buta
Jung Eun Gwol
Percy Jackson & The Olympians #5 : The Last Olympian
Rick Riordan
Percy Jackson & The Olympians #4 : The Battle of The Labyrinth
Rick Riordan
Percy Jackson & The Olympians #1 : The Lightning Thief
Rick Riordan
Tasbih Cinta di Langit Moskow
Indah El Hafidz
Percy Jackson & The Olympians #3 : The Titan Curse
Rick Riordan
Percy Jackson & The Olympians #2 : The Sea of Monters Rick Riordan
Rick Riordan
Cinta Putih Di Bumi Papua
Dzikry el Han
Halaman Terakhir : Sebuah Novel Tentang Jenderal Polisi Hoegeng
Yudhi Herwibowo
Sang Musafir : Novel Perjalanan Spiritual Ibn Arabi
Sadik Yalsizucanlar
Dear Life
Alice Munro
The Mark of Athena
Rick Riordan
Jalan Kematian Syekh Situ Jenar
Prof. Dr. Abdul Mulkan
Zaman Edan : Ora Edan Ora Keduman
Purwadi, M.Hum.
Zaman Kalasura
Agus Wahyudi

Login Form

Terhubung

  

      Bunga dari Limbah Kresek(Ungaran, Sabtu 29 Oktober 2016). Perpustakaan secara rutin bekerjasama dengan Pokja 2 PKK Kabupeten Semarang mengadakan berbagai pelatihan keterampilan gratis bagi Ibu-Ibu. Tiap minggu keempat hari Sabtu. Kali ini adalah pelatihan membuat bunga dari limbah tas kresek, dengan konsep daur ulang. Sebagi instruktur Ibu Ary Kusnandar dan diikuti oleh para ibu-ibu pemustaka di Ruang Audio Visual Lt. 1 Perpustakaan Jl. pemuda. No. 7 Ungaran.

      "Manfaat yang akan kita dapatkan selain menjadi hiasan rumah, sampah rumah tangga juga bisa berkurang. Mengurangi aktifitas negatif Ibu-Ibu Rumah tangga seperti Ngrumpi Nonton televisi seharian, bahkan bila serius dan dikemas secara menarik bunga ini bisa menjadi cinderamata dan bernilai ekonomis. Akhirnya pendapatan keluarga meningkat dengan kreatifitas ibu", urai Ibu Ari Kusnandar mengawali kegiatan.

        "Berbagai macam kegiatan pelatihan seperti ini adalah upaya perpustakaan untuk memberdayakan perpPelatihan Membuat Bunga dari Kresekustakaan sekaligus mempromosikan perpustakaan sebagai pusat kegiatan masyarakat", jelas Bapak Cahya Budianto. "Kegiatan ini menjadi program kegiatan perpuseru, dimana tujuannya ingin memberdayakan masyarakat melalui perpustakaan. Sasaran permberdayaan salah satunya Ibu-Ibu", tambah Bapak cahya.

    Berbagai agenda kegiatan, yang dapat diikuti masyarakat secara gratis bisa dililihat di papan pengumuman resmi, poster dan akun media sosial perpustakaan : facebook. Salam Pintar (Bambang).

Peserta sedang Praktek Merajut      (Ungaran, Sabtu 5 November 2016). Upaya untuk menjadikan perpustakaan menjadi pusat belajar dan kegiatan bagi masyarakat salah satunya dengan mengubah brand image perpustakaan, selama ini masyarakat hanya paham tentang perpustakaan itu hanya membaca dan meminjam buku. Perpustakaan sendiri mulai 2016 ini aktif bermitra kegiatan Coca Cola Foundation Indonesia melalui Program Perpuseru.

     Program yang bertujuan memberdayakan serta melibatkan secara masyarakat dengan fasilitas informasi pengetahuan. keterampilan di perpustakaan baik bersumber dari bahan pustaka maupun layanan internet gratis yang ditawarkan di perpustakaan. Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan pada Sabtu lalu adalah "Pelatihan Merajut", instrukturnya adalah pemustaka yang rajin mempraktekkan buku rajutan yang tersedia di perpustakaan. Ibu Yunike, (40th), warga Asrama Polisi Sembungan Ungaran ini menjadi sukarelawan bagi perpustakaan.

      Kegiatan yang berlangsung di Ruang Audio Visual Lt. 1 Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah. Jl. Pemuda No. 7 Ungaran ini diikuti oleh Ibu-ibu pemustaka dan warga sekitar Ungaran.Peserta Pelatihan Merajut

    Ibu Anie, warga Gedanganak Ungaran salah satu peserta pelatihan menuturkan, "Saya dapat informasi dari tetangga saya. Di Perpustakaan ada pelatihan merajut Gratis. Dari dulu saya ingin bisa merajut agar bisa menjadi aktifitas positif dirumah, selain tentu saja hasil rajutan bisa di jual", jelas Bu Anie. Sementara itu Bapak Cahya Budianto, kasie Pengelolaan Perpustakaan yang turut mendampingi kegiatan menjelaskan tujuan kegiatan ini," Kepada Ibu Ibu Peserta, selama ini banyak yang tidak mengetahui bahwa koleksi buku di perpustakaan banyak buku keterampilan yang bisa dipraktekkan, seperti masakan, kerajinan, pertanian dan salah satunya merajut ini. ibu Yunike instruktur kita ini adalah sakah satunya, bahkan beliau sering menerima pesanan rajut", jelas Bapak cahya. 

     Antusiasme peserta ingin secara rutin pelatihan merajut diselenggarakan, hal itu diamini oleh Ibu Yunike. Dan rencananya setiap minggu pertama dan kedua hari Sabtu jam 10 Pagi di lokasi yang sama. Salam Pintar. (Bambang)

Pelatihan Menulis Cerpen "KELINGAN"     (Ungaran, Sabtu 22 Oktober 2016). Bekerjasama dengan Kelingan, (Kelompok Literasi Ungaran) Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Semarang mengadakan Pelatihan Menulis cerpen bagi anak SD/MI. Kegiatan yang diadakan di Ruang Audio Visual, Lt. 1 ini mendapatkan respon yang luar biasa dari pengunjung perpustakaan. "Saya ingin jadi penulis", ucap Naila (11th) yang datang bersama bundanya ini. Siswi SD Induk Ungaran ini antusias mengikuti pelatihan awalnya datang ke perpustakaan dan melihat poster kegiatan. "Eh, kebetulan ibu guru menawari untuk ikut", tambah Naila ceria.Kelingan

      Dewie Rieka, penulis nasional  kerap menulis buku anak-anak ini menjadi narasumber. Dewie yang juga pegiat di komunitas penulis ungaran "Kelingan" memberikan materi dengan tema, "Jadi Story Explorer", "Penulisan karakter tokoh bisa kita ambil dari sekitar kita", jelas Dewie Rieka. "Untuk menulis, kita harus percaya diri. Tak perlu malu, tulis saja", tambah Dewi Rieka.

     "Kegiatan kepenulisan ini secara rutin diadakan, setiap minggu ke 2 dan ke 4 hari sabtu kelas menulis umum-dewasa, sedangkan untuk anak sebulan sekali dengan waktu di atur, tunggu saja informasi dari kami di media sosial", tambah Dewie Rieka.

     Selain pemaparan materi, juga langsung praktek menulis penokohan dalam cerpen. bagi anak-anak yang menulis paling bagus dan percaya diri mendapatkan reward menarik. Kegiatan ini menjadi bagian dari program PERPUSERU  dari cocacola foundation indonesia. Dimana kegiatan-kegiatan di perpustakaan bertujuan memberdayakan masyarakat dengan pelibatan masyarakat pula secara langsung. Salam Pintar (Bambang)

     Bapak Kades Kalisidi Dimas PriyatnoSangat menginspirasi adalah kata yang pas dengan apa yang dilakukan segenap pihak di Desa Kalisidi yang dimotori Bapak Kades, Bapak Dimas Prayitno. Sejak tahun 2013, Perpustakaan Desa Kalisidi yang diberi nama Perpustakaan Mutiara membuat terobosan untuk mengelola Perpustakaan. “Yang akan meminjam buku, membawa sampah plastik”, ujar Bapak Dimas.

     “Kami lakukan dengan tujuan untuk memberikan solusi pendanaan sekaligus berperan menyelesaikan masalah sampah di desa kami”, jelas Bapak Kades. Desa Kalisidi menjadi salah satu destinasi wisata alam, dengan keberadaan air terjun Curug Lawe - Curug Benowo, hal itu menuntut pengelolaan sampah yang baik. Sehingga kebersihan dan keindahan tetap menjadi daya tarik. 

     Perpustakaan Mutiara buka hari Senin, Rabu dan Jumat dari jam 13.30 sampai dengan 15.30 WIB. “Untuk sementara perpustakaan buka siang hari sampai sore karena pengelolanya adalah sukarelawan dari anak-anak MTs” jelas Bapak Dimas. “Ada seleksi bagi anak-anak sekarelawan, setelah lolos seleksi kemudian mereka diberi pengarahan terlebih dahulu. Setelah itu ada surat rekomendasi ke sekolah, bahwa anak tersebut adalah sukarelawan perpustakaan” tambah Bapak Dimas.

     Tahun 2016 ini, pihak desa Kalisidi sudah menganggarkan anggaran operasional perpustakaan sebesar 1.200.000,-. “Tahun 2016 kami anggarkan sebesar 15 juta untuk pembangunan fisik perpustakaan”, tambah Bapak Dimas.

     Yang berbeda dengan perpustakaan yang lain, persyaratan meminjam bagi anggota perpustakaan. Peminjam diwajibkan membawa minimal 1 botol plastik / 3 gelas plastik atau 5 lembar bungkus plastik. Sampah plastik

Peminjaman buku dengan sampah di Perpustakaan desa Kalisidi

 yang terkumpul kemudian dijual untuk operasional perpustakaan. Sementara itu, Ibu Farah Koordinator perpustakaaan mengungkapkan, “Tujuannya agar warga peduli akan masalah sampah, lingkungan bersih dan perpustakaan hidup”, jelas beliau. “Hasil penjualan sampah, salah satunya dibelikan cinderamata alat tulis bagi  anggota yang sudah meminjam buku 10 kali”, tambahnya.  “Kadang juga hasil penjualan sampah untuk membeli koleksi buku baru”, tambah Bu Farah.

    Perpustakaan yang berlokasi satu area dengan kantor Desa Kalisidi ini juga dilengkapi dengan fasilitas akses wifi gratis 24 jam. "Ketika perpustakaan buka, banyak warga yang datang dan hotspotan di ruang perpustakaan", jelas Bapak Kades. "Kami buka akses 24 jam agar komplek kantor desa ini juga dijaga pula oleh masyarakat", tutur Bapak Dimas. (Semoga Menginspirasi. (bambang)

Pengunjung Online

42459
Hari iniHari ini42
KemarinKemarin157
Minggu iniMinggu ini99
Bulan iniBulan ini2147
Total PengunjungTotal Pengunjung42459

WEB LINK