SELAMAT DATANG DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN ARSIP PEMERINTAH KABUPATEN SEMARANG

KOLEKSI BUKU BARU

Sales Sukses : Menjual apa saja, Kapan saja, Dimana Saja
Aris Marwanto
Mistik Kejawen
Suwardi Endraswara
21 Cara Membaca Kepribadian Orang Lain : Cara Cepat Mengetahui Kepribadian Orang Lain
Mulianti Widanarti
Easy Weight Loss : Cara Mudah Turunkan Berat Badan
Rifki Fauziah
693 Km Jejak Gerilya Sudirman
Ayi Jufridar
Sung Kyun Kwan : Karena Cinta Tidak Buta
Jung Eun Gwol
Percy Jackson & The Olympians #5 : The Last Olympian
Rick Riordan
Percy Jackson & The Olympians #4 : The Battle of The Labyrinth
Rick Riordan
Percy Jackson & The Olympians #1 : The Lightning Thief
Rick Riordan
Tasbih Cinta di Langit Moskow
Indah El Hafidz
Percy Jackson & The Olympians #3 : The Titan Curse
Rick Riordan
Percy Jackson & The Olympians #2 : The Sea of Monters Rick Riordan
Rick Riordan
Cinta Putih Di Bumi Papua
Dzikry el Han
Halaman Terakhir : Sebuah Novel Tentang Jenderal Polisi Hoegeng
Yudhi Herwibowo
Sang Musafir : Novel Perjalanan Spiritual Ibn Arabi
Sadik Yalsizucanlar
Dear Life
Alice Munro
The Mark of Athena
Rick Riordan
Jalan Kematian Syekh Situ Jenar
Prof. Dr. Abdul Mulkan
Zaman Edan : Ora Edan Ora Keduman
Purwadi, M.Hum.
Zaman Kalasura
Agus Wahyudi

Login Form

Terhubung

  

      Direktur CCFI di Perpustakaan UngaranUngaran, Rabu/Kamis, 8-9 November 2017. 4 Perpusdes Replikasi Perpuseru Kabupaten Semarang terpilih menjadi salah satu rangkaian Roadshow Perpuseru Indonesia dalam upaya menggali cerita secara langsung tentang bagaimana pengetahuan dapat mengubah hidup seseorang. Bekerjasama dengan GMedia, Kabupaten semarang menjadi lokasi ketiga setelah Lubuk Linggau – Pangkalan Bun –  Kab. Semarang – Surabaya – Bali – Ambon – Wakatobi.

      Kegiatan berupa mini talkshow yang disiarkan langsung di facebook perpuseru dan akun Instagram perpuseru.  Masing masing kota menghadirkan narasumber berbeda. Di kesempatan ini, Kabupaten Semarang berkesempatan hadir secara langsung Direktur Coca Cola Foundation Indonesia Ibu Titie Sadarini dan founder komunitas Mata ponsel yang memiliki follower instagram lebih dari 40 ribu dan fokus membagikan trik foto produk memakai smartphone.

     Disetiap perpusdes replikasi, mini talkshow juga menghadirkan secara langsung masyarakat penerima impact / manfaat langsung yang mengubah hidupkan hanya dengan datang ke perpustakaan dan memanfaatkan buku atau internet gratis yang tersedia.

seribu cerita perpuseru Perpustakaan Mutiara Kalisidi      Perpusdes pertama, dihari ke-1, Tim Seribu Cerita Perpustakaan Menuju Perpusdes Mutiara Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran Barat. Mbak Umami Pengelola Perpusdes serta PIC perpudes Mutiara serta Bapak Kadus menjadi narasumber lokal yang bercerita tentang bagaimana beliau mempraktekkan hasil baca buku serta penelusuran internet tentang pengolahan kopi. “Berawal dari ide banyaknya warga yang panen kopi, kepikiran untuk mencari cara membuat kopi bubuk. Saat itu dapat saran dari Bapak Kades untuk mencari informasi cara pembuatan kopi di buku yang ada di perpustakaan. Selain buku, petugas perpustakaan juga memberitahukan cara mencari informasi lewat internet. Lalu jadilah Kopi Kobuka perpuseru ini”, urai Bapak Kadus.

      Dari perpustakaan Mutiara, Tim Seribu Cerita Perpuseru kemudian mampir dan kulonuwun ke Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Semarang. Diterima langsung oleh ibu Kepala Dinas, Dra.  Hendy Lestari, MM. dalam ucapan selamat datangnya menyampaikan apresiasi, “Terimakasih kepada CCFI dengan kegiatan perpuseru yang telah memberikan warna bagi perkembangan perpustakaan perpustakaan di wilayah kami. Dipilihnya Kabupaten Semarang menjadi salah satu lokasi kegiatan ini semakin menambah semangat kami”, urai beliau.

Seribu cerita perpuseru Perpusdes Cemerlang Tlompakan

      Dilanjutkan ke Perpustakaan Desa kedua di hari pertama yaitu Perpustakaan Cemerlang desa Tlompakan Tuntang. Sebagai Narasumber lokal yaitu Ibu Nik selaku PIC Perpusdes Cemerlang dan Ibu Penerima Impact perpuseru. Beliau menceritakan bagaimana di masa tuanya bisa tetap produktif, “Karena kebetulan ditumah saya di pakai untuk gudang bank sampah desa. Saya kok kepikiran ingin membuat sesuatu dari sampah tersebut. Kemudian diantar anak saya datang keperpustakaan nyari buku kerajinan dan melihat-lihat internet. Lalu saya praktekkan lalu jadilah seperti ini”, urai beliau sambil menunjukkan berapa craft hasil karyanya.

Seribu Cerita Perpuseru Perpustakaan Ngudi Ilmu desa Timpik Kec. Susukan

    Di Hari Kedua, Tim Perpuseru berlanjut menuju Perpustakaan Desa Replikasi yang ketiga  yaitu Perpustakaan sember Ilmu Desa Timpik Kec. Susukan. Narasumber lokal Mbak Tri Handayani dan Ibu Surati PIC Perpusdes Sumber Ilmu. “Setelah lulus SMA, saya bingung cari kerjaan. Sebenarnya dirumah ada mesin jahit, namun saya tak tahu harus bagaimana. Kalau buka jahitan sudah banyak jasa jahitan disekitar desa. Kemudian bersama teman saat itu saya main ke perpustakaan menemukan buku bacaan tentang pemanfaatan kain bekas jahitan (perca), oleh petugas perpustakaan, Ibu surati ini, saya disarankan untuk membuka juga you tube untuk melihat tutorial pemanfaatan kain perca. Singkat cerita, saya saat ini sering menerima order pembuatan souvenir melalui online lewat FB dan beberapa saya titipkan toko”, cerita mbak Tri Handayani

       Di Perpustakaan Desa Replikasi yang keempat, yaitu perpusdes Ngudi Ilmu Desa Mukiran Kecamatan Kaliwungu. Cerita impact yang menjadi hits adalah kisah dari Bapak Suwarno, dimana beliau memanfaatkan limbah plastik dan bisa diubah menjadi bahan bakar. “Awalnya tak sengaja saat saya melihat youtube ada cara penyulingan minyak tanah dari sampah plastik. Karena penasaran, saya mencoba, walaupun beberapakali menemui kegagalan, tapi malah menambah motivasi saya untuk terus mencoba. Yang pada akhirnya bisa berhasil, walaupun saya pribadi ingin terus mencoba yang lebih baik agar hasil minyak lebih jernih. Terimakasih kepada perpuseru yang memfasilitasi layanan internet sehingga saya bisa membuat minyak tanah dari sampah plastik ini”, urai Bapak Suwarno

     Sementara itu, Ibu Titie Sadarini dalam 4 tempat mengungkapkan bahwa, “Banyak masyarakat yang belum menyadari keseruan yang didapat dari perpustakaan, bahkan bisa merubah hidup seseorang menjadi lebih baik dari sisi ekonominya”, jelas Ibu Titie Sadarini. Salam Pintar (Bambang)

 

Pengunjung Online

82508
Hari iniHari ini25
KemarinKemarin31
Minggu iniMinggu ini109
Bulan iniBulan ini495
Total PengunjungTotal Pengunjung82508

WEB LINK